06 November 2008
Bincang-bicang di TV 7 semalam
- Apakah ucapan itu hanya berlaku untuk pihak-pihak yang merasa diuntungkan saja??
- Mungkinkah ucapan orang Indonesia itu terjadi di negaranya sendiri??
- Bagaimana pula sikap mereka2x yg gemar sekali membakar dan menginjak-injak bendera Amerika??
Seorang komentator semalam mengatakan bahwa sebenarnya "Dalam sejarah Amerika, perhatian terbesar pada Indonesia justru dilakukan oleh Presiden Bush, yang dalam pemerintahannya justru banyak menuai kecaman orang Indonesia karena terlalu ikut campur urusan negara lain", apakah Husein Barak Obama yang dibangga-banggakan memiliki ikatan bantin dengan Indonesia dan memiliki keturunan muslim mampu melampaui Bush dalam hal perhatiannya kepada Indonesia... hanya waktu yg bisa menjawab...
05 November 2008
Democracy or Democrazy?
Seiring dengan semakin dekatnya masa penghukuman bagi pelaku Bom di Bali yang mengakibatkan meninggalnya 200 manusia, baik berkebangsaan Australi, Indonesia dan bangsa lainnya menjadi korban. Hal ini bukanlah kali pertama yang dilakukan oleh Amorozi CS sebagaimana pengakuan seorang dari mereka "Ali Imron", sebelum pembomban terbesar mereka yang di lakukan di daerah Legian Bali (Paddys Bar dan Sary Club), juga mereka melakukan pengebomban terhadap beberapa Gereja dan Hotel Meriot setelah Bomb Bali, disusul dengan Bomb Bali 2 (Raja's Cafe) yang dilakukan oleh kelompok mereka.
Sebagian golongan menganggap mereka adalah pahlawan, patriot, pemberani dan lain-lain, terbukti dengan kecaman terhadap pemerintah sendiri apabila eksekusi tetap dilaksanakan. Tidak tanggung2x, bahkan kantor pemerintahan sendiri diancam akan di Bomb. Benarkah mereka seorang pahlawan, patriot, atau pemberani yang melakukan aksinya dikala orang2x tidak menyadari akan adanya penyerangan, sehingga para korban dikategorikan golongan yang tidak berdaya. Ali Imron berkata bahwa semua tindakan ini adalah pelampiasan atas peperangan yang terjadi antara Amerika dan Afganistan. Sama halnya pula dengan berita baru-baru ini mengenai demontrasi warga Indonesia di Indonesia terhadap negara Thailand
"Tampaknya warga negara kita terlalu perduli pada urusan dapur orang lain, dengan meluluh lantakkan dapurnya sendiri"
Aku berpikir, jika memang mereka menyebut diri mereka pemberani, dll, kenapa tidak mereka langsung melakukan penyerangan saja dengan tentara Amerika, Inggris, Autralia, atau Perancis misalnya, yang juga dilatih untuk berperang, untuk apa harus ikut pelatihan perang sampai keluar negeri seperti Malaysia, Filipina, Afganistan, dll, jika hanya untuk menyerang manusia-manusia tidak berdaya? Bagi saya hal itu bukanlah sikap seorang pemberani, atau patriot seperti yang banyak orang katakan, melainkan tidak lebih hanya sikap seorang pengecut yang hanya berani menyerang lawan yang tidak berdaya.
Kedatangan Pangeran Charles (Raja Inggris) ke Indonesia dan langsung menuju sebuah tempat ibadah untuk mempidatokan mengenai sikap saling menghormati antar umat beragama menyimbolkan sebuah penilaian khusus di mata dunia tentang bagaimana kondisi hubungan antar umat beragama di Indonesia. Sebaliknya ancaman, sikap arogan demonstran pendukung Amorozi tidak lebih hanya mempermalukan diri dan agamanya sendiri karena melindungi sosok pembunuh masal, dimana tidak ada agama yang mengajarkan untuk saling membunuh, dengan sikap mereka itu pasti orang akan bertanya-tanya tentang hal yang mereka yakini.
Para penduduk Australi membanjiri Bali dalam rangka melihat kelanjutan proses Eksekusi ini walau pihak pemerintah telah mengeluarkan Travel Warning kepada seluruh Warga Australia yang bermaksud berkunjung ke Indonesia, namun mereka justru menunjukkan sikap ketidak pengecutan mereka yang menganggap kematian itu adalah takdir dengan tetap mengunjungin Bali sambil melihat sejauh mana proses keadilan di Indonsia berlangsung.
Begitu juga sikap Kedubes Amerika yang diancam Bomb justru melarang pihak Gegana untuk memasuki wilayah mereka untuk menunjukkan bahwa "Mereka tidak takut digertak", sepertinya dunia mulai geram melihat sikap para Teroris ini, dan Indonesia yang semakin terpuruk dengan menyandang sebagai Negara Teroris. Dalam pelaksanaan peradilannya sepertinya Pemerintah Indonesia berhadapan dengan 2 tekanan, tekanan dari dunia terhadap peradilan di Indonesia dan dari Teroris sendiri dengan ancaman bombnya untuk melepaskan pelaku dari jeratan hukum.
Prediksi yang mencuat dipikiranku apabila terjadi lagi Bomb, mungkin kali ini pihak-pihak yang dianggap musuh bagi kalangan tertentu tidak akan tinggal diam, seperti munculnya kapal perang Amerika di perairan Indonesia dengan adanya Pembomban Gereja-gereja di Indonesia, namun diredamkan oleh Pemerintah Indonesia dengan janji untuk mengusut tuntas pelakunya. Sepertinya rasa persaudaraan dari luar negeri lebih kental daripada dalam negeri sendiri
Obama terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat yang bisa berbahasa Indonesia, sebagai orang yang pernah tinggal 4 tahun di Jakarta tahun 1967 - 1970an pada usianya yang ke 4 tahun dan bersekolah di Franciscus Asisi Indonesia. Obama memiliki ayah tiri orang Indonesia Roro Sutoro, dan adik tirinya adalah Maya Sutoro yang tinggal di Yogya saat ini, yang artinya bahwa sudah seharusnya hubungan Indonesia - Amerika semakin erat dalam tujuan saling menguntungkan, namun apakah hal itu harus dirusak hanya karena Amerika adalah sebuah negara mayoritas Kristen???? Sekarang tahun 2008 bukan 2008 SM (Sebelum Masehi), bukan jamannya berperang untuk menyebarkan agama.
Jika dalam kehidupan sehari-hari kita sering dianjurkan untuk bisa menerima perbedaan pendapat, sudah seharusnya hal ini dilakukan terlebih dahulu oleh orang-orang yang tidak pernah bisa menerima atau belajar menerima perbedaan. Terpilihnya Obama sebagai orang yang pernah tinggal di Indonesia dan memiliki kesan tersendiri sebagai orang yang pernah mengecap pendidikan di Indonesia, saya yakin beliau akan memberikan perhatian khusus bagi Indonesia, terutama beliau salah satu aktivis HAM dunia, namun apapun itu, bagaimanapun itu... pemberi keadilan, pelindung, dll semua adalah rencana Tuhan...
Sepertinya aktifis HAM di Indonesia memiliki PR yang cukup berat untuk menyadarkan banyak warna negara indonesia bahwa Agama adalah salah satu yang tercantum sebagai Hak Asasi Manusia, yang dalam pelaksanaan tidak boleh mendapat tekanan, kecaman, dan ancaman. Namun hal ini tentunya sangatlah tidak mudah, tidak jarang mereka2x yang berjuang untuk itu justru mendapat tekanan, kecaman, dll, sekarang tinggal kita kembali kepada Pemerintah Indonesia, mampukan petinggi2x Indonesia menjadi pemimpin yang adil pada setiap warga negaranya ditengah sikap sebagian warga negaranya yang brutal yang bisa menganggap manusia lebih buruk daripada hewan??
Obama di Amerika adalah golongan minoritas berkulit hitam namun dengan intelejensinya mampu membawa dirinya menjadi Presiden, hebat... Contoh sebuah Demokrasi yang baik dan benar... namun kerap di demo sebagian warga negara Indonesia yang tidak pernah menghargai arti sebuah demokrasi, tetapi hanya melihat baik buruk dari sisi se-Agama atau tidak se-Agama.
Terpilihnya Obama sebagai kaum minoritas adalah wujud penerapan Demokrasi yang jujur dimana setiap orang memiliki hak dan kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin berdasarkan penilaian pada kemampuannya... bagaimana dengan Indonesia.... yang sedikit2x mengkaitkan Politik dengan Agama, bahkan Perdagangan dengan Agama ???
Are you Democracy? Or Democrazy?
30 Oktober 2008
Welcome home papi mami
Disana mereka lebih banyak dipertontonkan kepada produk-produk buatan Jepan, termasuk arena hiburan 4 dimensi yang di Indonesia juga telah ada. Namun yang membuat mereka terkesima adalah tekhnologi pengembangan jalan raya yang mencapai tingkat 5, jika di Jakarta ada jembatan dalam kota tingkat 3 itupun paralel atau sekedar memotong saja, di Jepang ada jembatan jalan raya tingkat yang sejajar... wah ngebayangin ngeliat kebawah dari atas ngeri juga ya... tapi yang paling enak tingkatan2x dibawahnya, kalo musim hujan kan gak kena hujan tuh...
Orang Jepang memiliki harga diri yang sangat tinggi, walau pergi kerja hanya menggunakan sepeda, namun pakaiannya tetap memakai jas, termasuk orang yang hanya sekedar keluar rumah untuk belanja ke warung (istilah tempat belanja), perginya hanya 5 menit tetapi dandannya bisa sampe 1/2 jam lebih (standart sih dgn orang Indonesia, cuman bedanya, ini mau ke warung aja juga kudu dandan :D).
Beliau juga melihat pertunjukan "Live" di Universal Studio, yang temanya mengisahkan bagaimana pertempuran tentara Jepan dahulu, dengan menggunakan lahan yang sangat kecil bisa memanfaatkan kapal, speedboot, dan pesawat beneran namun ukurannya juga mungil, wah pasti seru ya....
Btw... thnks ya papi mami buat oleh2xnya :)
Lalu berikutnya perjalanan kemana lagi?? Rencana papi dan mami tahun depan mau ke Kailua jika tidak ada halangan.... weh... enak bener ya... tiap tahun jalan-jalan keluar negeri... mau donk ikut hixx.....Kailua - Hawai
29 Oktober 2008
Koneksi internet baru
Koneksi Lokal
Kondisi Koneksi Speedy
Kondisi Koneksi Citramedia
Kemampuan download untuk internasionalnya meningkat 5 1/2 kali, upload 2 1/2 kali, kemampuan download untuk lokal meningkat lebih kurang 7 1/2 kali dan upload lebih kurang 4 kali. Dari sisi biaya bulanan, dengan koneksi baru, biaya bisa ditekan sebesar 0,7 kali dari harga koneksi sebelumnya setiap bulannya.
Peningkatan kecepatan dan nilai ekonomis ini diharapkan stabil, bukan hanya diawal saja sebagai ajang promosi. Mengingat Telkom sebagai produk Pemerintah semi Swasta terkadang angin-anginan, agak khawatir juga soal ini, hanya berharap saja bisa lebih baik.
Ada beberapa web yang sebelumnya dengan koneksi lama tidak bisa dibuka, dengan koneksi ini bisa aku akses kembali misalnya Flexiland. Yah... semoga sajalah semua bisa lebih baik...
28 Oktober 2008
Penampakan (bener atau tidak??)
Suasa menjelang malam di Lasiana memang sangat gelap karena daerah tersebut sebagian belum dialiri listrik, sehingga saudaraku dan adikku makan pisang bakar dengan bantuan lampu minyak. Suasana yang cukup menarik kalo rame-rame, namun kalo diliat kesekeliling cukup membuat buluk kuduk merindingSebetulnya aku bukan bermaksud juga untuk foto, hanya sekedar melakukan test blitz wireless (penggunaan lampu kamera tanpa terhubung langsung dg camera itu sendiri / wireless). Setelah foto, adikku michael bercerita, umumnya orang disini takut kalo foto malam hari karena pernah kejadian ada orang foto dan muncul penampakang... hmm.... percaya atau tidak, serem juga ya... Lalu aku kembali melihat hasil foto melalui tampilan gambar pada live view camera dan melihat semua normal2x saja, dan kalopun tangannya Erwin berbayang itu adalah hal yang biasa dalam pemotretan dengan cahaya minim dan terjadi pergerakan, dimana pergerakan tersebut seolah masih menempel dalam wujud bayangan (seperti foto tangannya Erwin diatas), begitu juga dengan foto michael, aku liat semua tampak normal saja tidak ada yang berlebihan untuk menjadi sebuah review.
Sesampai dirumah aku kembali melihat live view pada camera, untuk mengecek kembali... setelah aku amati benar-benar... hmm... sepertinya ada yang janggal pada bagian foto Erwin
Karena aku penasaran aku mulai memakai perangkat komputer untuk melakukan zooming, croping, dan penambahan efek warna dan cahaya, dan mulai fokus hanya ke bagian foto Erwin saja...
Kok seperti ada sosok wajah pada kepala Erwin... hmmm... jelas ini membuatku merinding..., karena wajah itu walau terlihat sedikit samar-samar tetapi cukup jelas untuk diidentifikasi, mana mata, hidung dan mulutnya. Aku melakukan zoom lebih dekat hanya pada bagian bayangan yang tampak itu... loh kok makin serem ya bentuknya....
Dengan penambahan contrast warna, sepertinya aku mendapatkan sosok yang lain yang tidak bisa dijelaskan dengan istilah kamera walau kemungkinan diakibatkan karena pergerseran kepala saat dipotret sehingga membentuk bayangan....